Pendidikan konservasi anak SD

Anak-anak dapat berperan sebagai agen perubahan dimasa mendatang. Termasuk membawa perubahan yang berdampak positif terhadap lingkungan. Omah Sawah melalui usaha konservasinya mencoba membuat langkah kecil lewat edukasi atau pengenalan lingkungan terhadap anak-anak disekitar Gunung Ungaran. Konservasi, Budaya dan Edukasi menjadi tiga prinsip yang diajarkan Omah Sawah dalam pembelajarannya. Ketika anak-anak banyak menyerap hal-hal positif dari lingkungan sekitar mereka maka perubahan hanyalah masalah waktu. Pendidikan lingkungan ini mempunyai tujuan untuk mengenalkan berbagai sumber daya flora dan fauna serta bagaimana anak-anak bisa mencintai dan mau peduli terhadap lingkungan.

Buku saku digunakan sebagai sarana untuk memperkenalkan berbagai flora dan fauna yang ada di Gunung Ungaran. Pelaksanaan kegiatan pendidikan konservasi dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 16 November 2019. Kegiatan diawali dengan pemberian materi keanekaragaman hayati secara umum dan materi pengenalan flora fauna yang bisa ditemui di Gunung Ungaran. Kegiatan selanjutnya adalah eksplorasi di alam, siswa diajak untuk mengenal flora dan fauna yang ada di sekitar sekolah dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.

Selain di lakukan di lingkungan sekolah, pendidikan juga dilakukan melalui kegiatan non formal berupa “survival and biodiversity camp”. Kegiatan dilakukan selama 2 hari di Omah Sawah serta praktek lapangan di sekitar wilayah Ngesrepbalong. Kegiatan pendidikan lingkungan non formal ini dilakukan pada waktu libur semesteran sekolah, untuk mengisi waktu libur dengan lebih bermanfaat.