Sebagai bentuk dukungan terhadap konservasi di Gunung Ungaran, maka dibuat baliho tentang “Flora dan Fauna Endemik yang dilindungi” dan “Larangan Perburuan” sebagai sarana sosialisasi baik kepada masyarakat setempat maupun masyarakat luar.
Baliho tersebut dipasang di bumi perkemahan Medini, yang merupakan tempat dilakukanya aktivitas perkemahan bagi berbagai elemen masyarakat. Disamping itu Medini juga merupakan jalur pendakian yang biasa dilalui oleh masyarakat yang akan ke puncak Gunung Ungaran. Adanya baliho tersebut sebagai bentuk peringatan adanya beberapa satwa endemik yang dilindungi dan tidak boleh diburu. Harapannya dengan adanya baliho tersebut tingat perburuan satwa liar dapat berkurang bahkan hilang sama sekali dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberadaan flora dan fauna Gunung Ungaran sehingga masyarakat dapat berperan aktif untuk mendukung upaya konservasi. Selain di Medini baliho juga dipasang di Omah Sawah yang ada di Dusun Gempol. Omah Sawah merupakan pusat aktivitas pendidikan lingkungan bagi masyarakat Ngesrepbalong dan pendatang yang akan belajar dan beraktivitas terkait lingkungan Gunung Ungaran.
Pada baleho yang dipasang terdapat logo dari Ristekdikti, UNNES, Indonesia Power, BKSDA, Perhutani dan Kepolisian Indonesia. Hal tersebut menunjukkan adanya kerjasama antar instansi dalam menjaga konservasi Gunung Ungaran.






